Tega! “Dermawan” Ini Meminta Kembali Sumbangan Masjidnya

Belakangan ini Masjid Assajad Perumahan Sanggar Indah Lestari, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung menjadi sorotan.

Gara-garanya adalah salah satu warga berinisial NIP.

Ia diduga kesal karena calon Gubernur Jawa Barat jagoannya kalah telak di perumahan tersebut.

Atas dasar itu, dia meminta kembali uang sebesar Rp98 juta yang disumbangkannya ke Masjid Assajad.

Ketua RW 12 Adi Sukmara mengatakan pernyataan NIP di linimasa sempat membuat warga marah, mengingat pernyataan tersebut dianggap tidak pada tempatnya.

“Memang warga sempat marah, bahkan sampai ada yang bermaksud mengusirnya,” tutur Adi.

Namun, aparat RW, RT, dan tokoh masyarakat setempat terus meredam amarah warga yang menganggap kelakuan NIP sudah keterlaluan tersebut.

Para tokoh masyarakat mengingatkan warga kalau semua orang termasuk NIP mempunyai hak sama yakni tinggal di komplek perumahan tersebut.

“Kami juga terus mengingatkan warga jangan membalas kebencian dengan amarah, tapi balaslah dengan cinta dan kasih sayang yang tulus,” ujarnya.

Beruntung atas redaman dari pihak aparat dan tokoh masyarakat, warga tidak jadi mengusir NIP dari kediamannya.

    Laman pencarian donasi untuk membantu warga setempat mengembalikan uang NIP

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk tidak memperpanjang masalah, tokoh masyarakat bersama warga menggelar musyawarah yang hasilnya sepakat untuk mengembalikan uang sumbangan ke masjid setempat.
Komplek perumahan tersebut dihuni 500 kepala keluarga, sehingga untuk mengembalikan uang sebesar Rp98 juta sesuai dengan jumlah yang disumbangkan NIP, warga sepakat untuk patungan.
Setelah dihitung Rp98 juta dibagi 500 kepala keluarga, masing-masing kepala keluarga akan patungan sebesar Rp196.000.
“Sebenarnya, pernyataan NIP itu bukan yang pertama kali, dulu juga saat ada masalah dengan warga selalu mengungkit sumbangan ke masjid dan wakaf makam yang dia berikan,” ujarnya.
Advertisements

Gilaak! Pasutri Beri Layanan Thresoome Bawa 2 Anaknya Saat Layani Tamu

Kelakuan pasangan suami istri asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), Dudang Sudiana (32) dan Pt (26) sudah keterlaluan.

Keduanya mengajak kedua anaknya yang masih berumur 10 tahun dan 5 tahun saat melayani hubungan seks bertiga (thresoome) pria hidung belang di sebuah kamar hotel di wilayah Surabaya Selatan. Continue reading “Gilaak! Pasutri Beri Layanan Thresoome Bawa 2 Anaknya Saat Layani Tamu”

Beginilah Kronologi Tiang Proyek Tol Becakayu Yang Ambruk

Hari masih gelap, para pekerja sibuk melakukan pengecoran tiang pancang proyek Tol Becakayu. Tiba-tiba tiang girder ambruk menimpa mereka karena diduga bracket tember kurang kuat.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan tujuh orang pekerja mengalami luka-luka. Enam orang pekerja dirawat di RS UKI. Sedangkan 1 orang pekerja yang mengalami kritis dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Continue reading “Beginilah Kronologi Tiang Proyek Tol Becakayu Yang Ambruk”

Dilan 1990 Exist, 7 Film Indonesia Adaptasi Novel Ini Juga Bikin Baper Maksimal

OMG! Dilan…

Saat film Dilan 1990 sukses besar menarik penonton film Indonesia.

Hingga hari ke 20 tayang di bioskop film yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq ini sudah tembus 5.401.000 penonton.

Karakter Dilan dan Milea yang diangkat dari novel berjudul Dilanku 1990 memang mampu membuat banyak penontonnya baper.

Ditambah lagi dengan chemistry para pemain. Khususnya Iqbal dan Vanessa yang berperan sebagai Dilan dan Milea.

Selain Dilan, ada juga film-film adaptasi novel tanah air yang juga mampu buat penonton baper. Continue reading “Dilan 1990 Exist, 7 Film Indonesia Adaptasi Novel Ini Juga Bikin Baper Maksimal”

Kepuasan Warga Jabar terhadap Deddy Mizwar Jauh di Bawah Aher

Tingkat kepuasan masyarakat Jawa Barat atas kinerja Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakilnya, Deddy Mizwar, dinilai timpang. Ketimpangan itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaga Poltracking Indonesia pada 18-24 Mei.

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha berkata, dari 800 responden yang diwawancara, sebanyak 64,26 persen menyatakan puas dengan kinerja Aher selama menjadi Gubernur. Namun, kepuasan responden atas kinerja Deddy hanya mencakup 52,38 persen.

“Tingkat kepuasan wakil gubernur jauh di bawah gubernur meski masih relatif cukup baik karena di atas 50 persen,” tutur Hanta di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (8/6).

Lihat juga:

Deddy Mizwar Target Utama Gerindra di Pilgub Jawa Barat

Menurut Hanta ketimpangan tersebut cukup mengagetkan karena selisih kepuasan atas kinerja Aher dan Deddy berbeda hingga 11,88 persen.

Meskipun posisi wakil eksekutif dianggap wajar mendapat penilaian lebih rendah, namun perbedaan dengan raihan eksekutif seharusnya tidak terlalu jauh.

Survei juga memberikan gambaran bahwa kepuasan masyarakat Jawa Barat kepada pemimpinnya tertinggi berada di sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.

Ada 63,75 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Aher-Deddy dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang terjangkau. Kemudian, 61,13 persen responden puas dengan layanan pendidikan yang terjangkau. Terakhir, ada 57,13 persen mengaku senang dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.

“Sementara tingkat kepuasan di sektor pemberantasan korupsi; perikanan, perairan, dan kelautan; serta penataan pertambangan masih relatif sangat rendah,” katanya.

Jelang Pilkada 2018, warga Jawa Barat digambarkan menginginkan sosok gubernur dan wakilnya yang bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menyediakan pendidikan gratis.

Sebanyak 22,63 persen responden juga ingin figur gubernur dan wakil yang jujur. Sosok yang merakyat (19,50 persen) dan terbukti kinerjanya (17,63 persen) menyusul setelahnya.

Sebanyak 25 nama dimunculkan sebagai kandidat gubernur dan wakil. Di antara nama tersebut, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menjadi calon terpopuler karena dikenal oleh 92,38 persen responden. Popularitas Deddy menyusul dengan raihan 86,50 persen.

Pada posisi tiga, Dede Yusuf menjadi figur yang dikenal oleh 84,25 persen responden. Kemudian, Ridwan Kamil dikenali oleh 79 persen warga yang mengikuti survei.

Hanta berkata, popularitas kandidat belum tentu berbanding dengan tingkat keterpilihan jika mereka menjadi cagub atau cawagub di Pilkada. Sebab, tiga hal harus dimiliki oleh kandidat jika ingin terpilih; yaitu dikenal, disukai, dan dipilih warga.

E-Tilang CCTV Berlaku: Pedagang Cakue Ini Ikut Berhenti di Belakang Garis Tuai Pujian

Dishub Bandung dan Polrestabes Bandung mulai memberlakukan tilang elektronik menggunakan CCTV pada awal Oktober ini.

Ada yang menarik hasil pantauan Area Traffic Control System (ATCS) Bandung. Selain memantau para pelanggar kendaraan bermotor, tim ATCS juga berhasil memantau sebuah pedagang yang menggunakan roda gerobak dorong ikut berhenti di belakang garis penyebrangan pejalan kaki atau zebra cross.

Pedagang ini sudah dua kali tertangkap kamera di lokasi yang sama, Jalan Pahlawan Bandung. Pertama pada 5 Oktober 2017, dan diposting oleh admin ATCS Bandung.

“Gerobak jaman now, berhenti di belakang garis putih. Menunggu lampu sampai Hijau.
Mari para PKL ikuti contoh di atas ya, keren bangets!,” kata admin ATCS.

Postingan ini menuai komentar positif dari warganet alias netizen.

Kali kedua, pada Senin 9 Oktober 2017 kembali roda yang sama tertangkap di lokasi sama dan ikut berhenti di belakang garis dengan tertib. Pedagang ini diketahui pedagang cakue di sekitaran Kota Bandung.

“Hari yang berbeda, orang yang sama. Coba pasti tahu siapa? Yuk, #BelajarDisiplinBersama,” begitu kata Admin ATCS.

Kontan, postingan ini juga menuai beragam komentar.

@amanata_ma berkomentar, “mang d doakeun sing laris, berkah, dilimpahkan rezekinya, bahagia dunia akhirat aamiin,” katanya.

Adapun @agung_np berkata “Alhamdulillah banyak yg ngedoain baikbaik.  Semoga yg ngedoain kang gerobak eta sing digampilkeun sagalana,” katanya.

Sementara @hani_septiani_djiun pedagang gerobak ini saja sudah tertib aturan, jika pengendara bermotor masih melangar harusnya malu.

Jadi, kamu masih mau melanggar? Tidak malu sama pedagang ini.

Source:

ayobandung.com

INI DIA! Boneka Nikita Mirzani yang Menuai Kontroversi

Nikita Mirzani dikenal sebagai salah satu artis yang kerap menuai kontroversi. Baru-baru ini, Niki bahkan kembali menjadi pembicaraan lantaran mengeluarkan produk yang tak lazim.

Jika kebanyakkan artis tengah mengganderungi bisnis kue, maka tidak dengan Niki. Ia justru lebih tertarik untuk mengeluarkan produk boneka. Niki beralasan, menjual benda mati lebih sedikit kemungkinan merugi karena faktor basi. Continue reading “INI DIA! Boneka Nikita Mirzani yang Menuai Kontroversi”

Konten Porno Dipakai Dalam Fitur Artifical Intelligence Dari Deepfakes Tuai Kontroversi

Banyak orang tidak bertanggung jawab saat memakai teknologi demi ‘kepentingan kotor’ mereka. Kali ini ada sejumlah orang mengedit pemain film dewasa dengan wajah orang lain lewat teknologi deepfakes.

Forbes melaporkan proses menciptakan konten deepfakes memang cukup menyita waktu, namun ternyata tidak susah apabila si pelaku memiliki alat dan daya yang dibutuhkan. Continue reading “Konten Porno Dipakai Dalam Fitur Artifical Intelligence Dari Deepfakes Tuai Kontroversi”

Annisa Bahar Tak Setujui Hubungan Pacar Juwita Bahar. Ini Alasannya!

Perseteruan antara Annisa Bahar dan putrinya, Juwita Bahar, kembali memanas awal tahun ini. Bermula ketika Juwita yang bersikap acuh soal penyakit sang nenek sampai perkara ulang tahun Annisa Bahar. Menurut Annisa, sikap Juwita yang berubah drastis tersebut tak lebih karena kekasihnya, Dedi yang selama ini terlalu mengatur hidup Juwita. Continue reading “Annisa Bahar Tak Setujui Hubungan Pacar Juwita Bahar. Ini Alasannya!”